Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2013

Selasa, 05 November 2013

Enaknya bercinta dengan Ita

Kamis, 27 September 2012

Aku Obat Awet Muda Tante Erni


Kejadian ini terjadi ketika Aku kelas 3 SMP, yah Aku perkirakan umur Aku waktu itu baru saja 14 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yang enak-enak. Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, Soalnya temen nyokap Aku yang namanya tante Erni ( biasa Aku panggil dia begitu ) orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin Aku bergetar.
Tante Erni ini tinggal dekat rumah aku, hanya beda 5 rumah lah, nah tante Erni ini cukup deket sama keluarga Aku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumah Aku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah tante Erni ini lah yang bikin Aku cepet gede ( maklum lah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepat
).
Biasanya tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atahu kadang-kadang celana pendek yang bikin Aku ser…ser…ser…Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang tv dan biasa juga Aku pura-pura nonton tv saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entah sengsaja atahu engenggak Aku juga enggak tahu yah.
Dia sering kalau duduk itu tuh ngangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser..ser lagi deh hmmm. Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengsaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih Aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur.
Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan ( wuih Aku suka banget nih ). pernah Aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi tante Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya.
Nah dari situ Aku sudah mulai suka sama tuh tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh tante.Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa.
Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan mami Aku ngsajak Aku pasti tante Erni pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung.
Ternyata mereka cerita hantu ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem pas waktu itu tante Erni mau ke WC tapi dia takut . Tentu saja tante Erni di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke wc sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman. Lalu tante Erni menarik tangan Aku minta ditemenin ke wc, yah Aku sih mau saja.
Pergilah Aku ke dalam villa sama tante Erni , sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar wc eh malah tante Ernin ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut
“Lex temenin tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup tante takut nih ” kata tante Erni sambil mulai jongkok .
Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga ” serrr..rr..serr.psstt” kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat tante Erni kencing dalem hati Aku kalau saja tante Erni boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmmmm. sampai-sampai Aku bengong ngliat tante Erni.
“Heh kenapa kamu lex kok diam gitu awas nanti ke sambet” kata tante Erni
“Ah enggak apa-apa tante ” jawabku
“Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihat nya ke bawah terus sih ” tanya tante Erni.
” Enggak kok tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek ? ” tanyaku.
Tante Erni cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama cdnya
“Kamu mau liat lex ? nih tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti tante enggak enak sama mama kau ” kata tante Erni
Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya. Aku tambah deg deg an sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya vagina. Tante Erni membiarkan Aku memegang-megang vaginanya
“Sudah yah lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain kirain kita ngapain lagi ”
“Iyah tante ” jawab ku, Lalu tante Erni menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kita gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.
Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badan ku enggak enak
” Lex kamu enggak ikut ? ” tanya mamiku,” Enggak yah mam aku enggak enak badn nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah mah ” kataku ” Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi ” kata mami
” Erni kamu maukan tolong jagain si alex nih yah nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin ” kata mami pada tante Erni ” Iya deh kak aku jagain si alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah aku mau bawa itu buat pulang besok ” kata tante Erni.
Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan tante Erni berdua saja di villa , tante Erni baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu
” Kamu sakit apa sih lex ? kok lemes gitu ? ” tanya tante Erni sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatanNya
” Enggak tahu nih tante kepala ku jug pusing sama panas dingin saja nih yang di rasa ” kataku.
Tante Erni begitu perhatian padaku maklumlah di usia perkimpoiannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.
” Kepala yang mana lex atas apa yang bawah ?” kelakar tante Erni padaku.
Aku pun bingung ” Memangya kepala yang bawah ada tante ? kan kepala kita hanya satu jawabku polos, Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman ” kata tante Erni sambil memegang si kecilku
” Ah tante bisa saja ” kataku ” Eh jangan2 kamu sakit gara-gara semalam yah ” aku hanya diam saja.
Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh tante Erni, pada waktu dia ingin membuka celanaku, ku bilang
” Tante enggak usah deh tante biar alex saja yang lap, kan malu sama tante ”
” Enggak apa-apa tanggung kok ” kata tante Erni sambil menurunkan celanaku dan cd ku.
Di lapnya si kecil ku dengan hati-hati , aku hanya diam saja
” Lex mau enggak pusingnya Hilang ? Biar tante obatin yah ”
” Pakai apa tan, aku enggak tahu obatnya ” kataku polos
” Iyah kamu tenang saja yah ” kata tante Erni
Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali ini merasakan yang seperti ini
” Achh…cchh..” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina tante Erni yang masih di balut dengan celana pendek dan cd tapi tante Erni hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing
” Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih” kataku
” Sudah kencingnya di mulut tante saja yah enggak apa-apa kok ” kata tante Erni ,
Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut tante Erni karena tante Erni tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya
” Hhgggg….achhh.. tante aku mau kencing nih bener ” kataku sambil meremas vagina tante Erni yang kurasakan berdenyut-denyut.
Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badan ku pun mengejang keras
” Croott….ser.err.srett ” muncratlah air mani ku dalam mulut tante Erni, tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina tante Erni berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana tante Erni lembab dan agak basah
” Enakkan lex pusingnya pasti hilangkan ” kata tante Erni
” Tapi tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama tante nih soalnya tante….”
” Sudah enggak apa-apa kok, oh iya sperma kamu kok kental banget wangi lagi, kamu enggak pernah onani lex ? ”
” Enggak tante ”
Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina tante Erni
” Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih ” Aku jadi salah tingkah
” Sudah enggak apa-apa kok tante ngerti “katanya padaku
” Tante boleh enggak alex megang itu tante lagi ” pintaku pada tante Erni
Tante Erni pun melepas kan celana pendek nya, kulihat celana dalam tante Erni basah entah kenapa
” Tante kencing yah ? ” tanya ku
” Enggak ini namanya tante nafsu lex sampai-sampai celana dalam tante basah ” dilepaskannya pula celana dalam tante Erni dan mengelap vaginanya dengan handukku.
Lalu tante Erni duduk di sampingku”, Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah tante lap ” katanya, Akupun mulai memegang vagina tante Erni dengan tangan yang Agak gemetar, tante Erni hanya ketawa kecil
” Lex kenapa ? biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih ” kata tante Erni
Dia mulai memegang penisku lagi ” Lex tante mau itu nih ”
” Mau apa tante ”
” Itu tuh ” aku bingung atas permintaan tante Erni
” Hmm itu tuh punya kamu di masukin ke dalam itunya tante kamu mau kan ?”
” Tapi alex enggak bisa tante caranya ”
” Sudah kamu diam saja biar tante yang sajarin kamu yah ” kata tante Erni padaku.
Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina tante Erni yang di tumbuhi bulu halus
” Lex jilatin donk punya tante yah ” katanya
” Tante alex enggak bisa nanti muntah lagi ”
” coba saja lex ” Tante pun langsung mengambil posisi 69 aku di bawah, tante Erni di atas dan tanpa pikir panjang tante Erni pun mulai mengulum penisku
” Achhhh ….. hgghhhghhh. tante ”
Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina tante Erni tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina tante Erni seperti wangi daun pandan ( asli Aku juga bingung kok bisa gitu yah ) aku mulai menjilati vagina tante Erni sambil tanganku melepaskan kaus u can see tante Erni dan juga melepaskan kaitan bh nya , kini kami sama-sama telanjang bulat ,
Tante Erni pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu
” Kamu tahu enggak mandi kucing lex ” kata tante Erni.
Aku hanya menggelengkan kepala dan tante Erni pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat , ciumannya berlanjut sampai ke putingku dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras.
Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun di jilatinya sampai aku merasakan anusku masuk keluar.
Kulihat payudara tante Erni mengeras, tante Erni menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku di kulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara tante Erni. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina tante Erni, langsung tante Erni ku baringkan dan aku bangun langsung ku jilati vagina tante Erni seperti mnjilati es krim
” Achhh….uhh.hhghh.acch lex enak banget terus lex, yang itu isep jilatin lex ” kata tante Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya , banyak sekali lendir yang keluar dari vagina tante Erni tanpa sengaja tertelan olehku
” Lex masukin donk tante enggak tahan nih ”
” Tante gimana caranya ? ”
Tante Erni pun menyuruhku tidur dan dia jongkok diatas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Erni naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan tante Erni pun mengejang hebat
” Lex tante mau keluar nih eghhhh….huhh achh ” kata tante Erni
Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina tante Erni. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina tante Erni mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan tante Erni sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak.
Tante Erni tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya
” Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang yah ” pinta tante Erni padaku
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan tante Ernipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi
” Achh … tante enak banget achhhh,….gfggfgfg..” kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi
” Tante alex kayanya mau kencing niih ”
Tante Erni pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama tante Erni pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang nikmatnya.
Kamipun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi tante Erni menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan tante Erni yang hebat.
Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan tante Erni, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan tante Erni di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam tante Erni. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya permintaan tante Erni, tepat jam 4:30 kami menenggakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.
” Lex kamu sudah baikan ? ” tanya mami ku
” Sudah mam , aku sudah seger n fit nih ” kataku
” Kamu kasih makan apa Ni, si alex sampai-sampai langsung sEhat ” tanya mami sama tante Erni
” Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus ku kasih saja panadol ” kata tante Erni
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobilpun aku duduk disamping tante Erni yang semobil denganku. Mami yang menyupir ditemani ibu herman di depan.
Didalam mobilpun aku masih curi-curi memegang barangnya tante Erni.
Sampai sekarangpun aku masih suka melakukannya dengan tante Erni bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan tante Erni. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali.
Kini tante Ernipun sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami tante Erni ternyata ejekulasi dini. Kinipun aku bingung akan anak itu. Yah begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL tante Erni bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan tante Erni yang nasibnya sama seperti tante Erni mempunyai suami yang ejekulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda.

Kamis, 28 Juni 2012

Ibu Dahlia


Hai.....nama gua Ricky. Kejadian ini terjadi waktu gua kelas 2 SMA. Gua anak yang pemalu. Di sekolah gua ada guru Bhs. Indonesia yang cakep banget. Semua teman cowok gua paling seneng kalo ada pelajaran tsb. Soalnya ibu gurunya cakep banget, namanya ibu Dahlia. Nggak terlalu tinggi, wajar ajalah.... Tapi body-nya wuuiiihhhh........kayak gitar spanyol. Kenceng dan padat berisi. Kayaknya sih umurnya sekitar 26-an. Pas abis TPB di masuk ke kelas gua. Anak-anak udah pada ribut nanyain nilai. Tapi dia bilang belum selesai diperiksa. Ada yang mau bantuin ibu periksa hasil ujian, dia bilang. Semua pada diem krn kayaknya males kalo hrs bantuin meriksa begitu banyak hasil ulangan, soalnya di sekolah gua kls 1 nya aja ada 8 kelas. Kalo gitu siapa yang rumahnya paling deket ama rmah ibu, dia tanya. temen-temen gua langsung teriak "Riiicckyyy..........." Emang sih rumah gua yang paling deket ama rumah ibu Dahlia dibanding ama temen-temen gua yang lain. "Bagaimana Ricky.....kamu mau bantu ibu ?" dia tanya ke gua. Karena ditanya seperti itu gua terpaksa bilang iya.

Akhirnya, malam harinya gua dateng ke rumahnya. Setelah dia persilahkan gua masuk, gua liat rumahnya enak juga, terawat dan bersih meskipun nggak terlalu besar. Lalu kita ke ruang tengah. Diatas meja sudah ada lembaran-lembaran hasil ujian yang harus diperiksa. Setelah diberitahu cara memeriksanya gua langsung periksa hasil ujian yang gua perkirakan sekitar 400 lbr. Ibu Dahlia duduk di seberang gua. Setelah kira-kira setengah jam, ibu Dahlia yang cantik itu bilang "Kita istirahat dulu Rick...." Kemudian dia ke dapur bikin minuman untuk kita berdua. Setelah meletakkan minuman di atas meja di kemudian duduk di sebelah gua. Karena gua pemalu, dan disebelah gua duduk cewek yang cantik banget, keringat mulai membasahi dahi gua. "Kenapa kamu berkeringat Ricky....?" tanyanya ke gua. "Ah....nggak pa-pa bu" kataku. "Kenapa....kamu malu duduk deket ibu ?" Gua hanya diem. Keringatku semakin deras mengucur. Lalu ibu Dahlia mengambil tissue dan berkata "Boleh ibu lap keringat kamu....?" Sebelum gua jawab dia langsung merapatkan duduknya ke badanku dan mengeringkan keringat yang sudah mengalir deras di dahiku. Aroma tubuhnya begitu harum, matanya yang bercahaya menatap gua, bibirnya begitu menarik.

"Kamu udah punya pacar Ricky..............?" tanyanya kepadaku. "Belum bu" "Lho....kenapa ? Anak seumur kamu kan biasanya udah pacaran...?" "Saya orangnya pemalu bu....." jawabku. "Mau ibu ajarin biar kamu nggak malu ?" Gua hanya terdiam. Lalu tiba-tiba Ibu Dahlia meletakan tangannya dipaha gua. Gua begitu terkejut. "Kenapa kamu terkejut..... Ibu hanya memegang paha kamu aja kok........." Kemudian Ibu Dahlia mengambil tangan gua, lalu dia mulai menciumi tangan gua. Mmmmmmhhhhh.......gua merasakan barang gua mulai bangun. Ibu Dahlia mulai menciumi leher gua, kemudian bibir gua di lumat juga. Dia masukin lidahnya ke dalem mulut gua, tanpa gua sadar gua kulum lidahnya. Napasnya mulai nggak beraturan gua denger. Sementara kita asik berciuman, tangannya mulai ngeraba-raba barang gua. Dia remes-remes pelan. Gua juga mulai berani. Gua masukin tangan gua ke dalam bajunya untuk meraba toketnya. Gua masukin tangan gua ke dalam branya, terus gua remes-remes. Aaaaahhhhhhh......dia mulai mendesah. "Kita pindah ke kamar aja yaaaa........" katanya sambil menarik gua ke kamar tidurnya.

Begitu masuk dia langsung menyuruh gua naik ke tempat tidur, sementara dia melepaskan bajunya satu per satu. Mata gua nggak berkedip sedetik pun. Gua nggak mau melepaskan pemandangan yang indah itu dari mata gua. Ibu Dahlia melepaskan bajunya. Kelihatan branya berwarna putih tipis sehingga toketnya kelihatan. CD nya juga berwarna putih tipis dan agak transparan. Gua bisa lihat belahan memeknya yang nggak ada bulunya itu, kelihatannya udah dicukur. Lalu dia melepaskan branya, toketnya yang lumayan besar itu seperti loncat keluar dan mulai berayun-ayun. Membuat gua makin tegang aja. Kemudian dia melepaskan CD nya. MMMMHHHHH.......memeknya begitu menarik, rada kecoklatan warnanya, bekas bulu-bulunya kali. Lalu Ibu Dahlia jalan menghampiri gua yang duduk di tempat tidur. "Ibu buka baju kamu yaaa.....Rick ?" katanya. Gua hanya mengangguk. Satu-satu baju gua dia lepasin. Kaos, jeans, cd gua. Lalu dia jongkok di depan gua dan menyuruh gua membuka kaki gua lebar-lebar. Barang gua yang udah ngaceng itu tepat di depan mukanya. Lalu dia mulai mengelus-elus batang gua dan tangan satunya memijit-mijit bola gua.

Aaaaaahhhhhh.......gua mengerang kenikmatan. Kemudian dia masukin barang gua ke mulutnya. Dia isep batng gua, terus dia emut-emut batang gua. Dia gerakin kepalanya naik-turun dengan barang gua masih di dalem mulutnya. Makin lama kenikmatan yang gua rasakan semakin meningkat sampai akhirnya sperm gua keluar di dalem mulutnya. UUUUUUhhhhhhhh.....dia telen semuanya. "Punya kamu enak Rick........ibu suka" katanya. "Sekarang giliran kamu yaaahhhh........." pintanya. Kemudian dia berbaring di tempat tidur dan kakinya dikangkangin lebar. Dia menyuruh gua menjilat memeknya yang kelihatan udah basah. Baru pertama kali itu gua lihat memek secara langsung. Dengan agak ragu gua pegang memeknya. "Jangan malu-malu" katanya. Gua gosok-gosok tangan gua di memeknya itu. MMMmhhhhhhh..... mmmmmhhhhhhh........dia mulai mengerang. Lama-lama clitorisnya mulai menebal dan mengeras. "Kamu jilat dong......" pintanya. Kemudian gua menunduk dan mulai menjilat mmeknya yang udah merah itu........mmmmmhhhhh.....enak juga gua pikir. Gua makin semangat menjilati memeknya ibu guru gua sendiri. Sedang asik-asiknya gua jilatin tuh memek......tiba-tiba badan ibu guru gua mengejang .....desahannya makin keras....AAAAHHHHHH.....AAAAAHHHHHHHH......lalu keluar cairan dari lubang memeknya....banyak banget langsung aja gua isep abis tuh cairan.....mmmmhhhh....enak yaa.........

Kemudian dia minta supaya punya gua dimasukin ke memeknya. Langsung aja gua masukin......terus mulai deh gua naik turun di atas memeknya......aaaahhhhh......aaahhhhh.....lama kelamaan gua rasain barang gua seperti dipijit-pijit.....aaaaahhhhh.......enak sekali rasanya.........gua liat mata dia merem.....sedang menikmati gua pikir.......dia mulai mendesah lagi.....ooohhhhh......rickkkkkyyyyy.......mmmmmhhhhh..........aaaaahhhhhh...... gua percepat gerakan gua........pijetannya juga makin keras....aaaaahhhh.....gua nggak tahan......sampe akhirnya gua muncrat di dalem memeknya. Uuuuuuhhhhhh........gua lemes banget......badan gua basah oleh keringat...gua lihat ibu Dahlia.....dia tersenyum sambil berkata "Kamu hebat Ricky...." Terus dia peluk gua.............mmmhhh.....gua nggak nyangka gua bisa nikmatin memeknya ibu Dahlia yang cakep ini. Sejak saat itu gua sering disuruh ke rumahnya. Sekarang gua udah kuliah. Gua juga nggak tahu gimana kabarnya ibu guru gua yang cakep itu.